PEMANFAATAN KOTORAN IKAN

Oleh : Arum Bulan.

Kolam ikan merupakan salah satu bagian dari bangunan yang dapat memperindah sebuah bangunan. SMP Negeri 2 Adiwerna mempunyai sebuah kolam ikan yang memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Adapun manfaat keberadaan kolam ikan tersebut adalah memberikan kesan indah pada pemandangan sekolah, sebagai tempat pembelajaran siswa, menyenangkan hati siswa, sarana belajar mencintai hewan.

Ikan yang terdapat di kolam adalah jenis ikan air tawar yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus). Keberadaan ikan juga menimbulkan kotoran. Ikan mengalami proses defekasi dan ekskresi sehingga mengeluarkan kotoran berupa feses dan urin yang mengandung zat amonia (Eulis dan Rakhmawati, 2016).  Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kotoran ikan adalah dengan memanfaatkan kotoran ikan tersebut menjadi pupuk organik melalui metode akuaponik. Air dan kotoran yang berasal dari kolam ikan disalurkan pada tanaman karena mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman akan menyerap nutrisi yang berasal dari air dan kotoran ikan yang mengandung amonia.

Tanaman yang digunakan dalam akuaponik adalah tanaman sayuran caisim (Brassica juncea L.). Tanaman caisim atau dikenal dengan sawi hijau dipilih untuk ditanam karena saat ini masyarakat banyak yang menggemari caisim dan kandungan zat di dalamnya juga bermanfaat bagi kesehatan. Caisim mengandung protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, vitamin A, vitamin B dan vitamin C. Caisim berkhasiat untuk peluruh air seni, obat batuk, pereda sakit tenggorokan dan obat sakit kepala (Fuad, 2009). Lingkungan hidup caisim dapat tumbuh di dataran rendah maupun di dataran tinggi baik di air maupun di tanah. Tanaman caisim sangat mudah untuk dibudidayakan karena mudah tumbuh.

Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap komponen biotik dan abiotik yang berkaitan dengan lingkungan kolam dan tanaman caisim setiap dua hari sekali selama dua minggu. Tanaman kontrol ditanam menggunakan media tanah karena pada umumnya masyarakat menanam menggunakan media tanah. Tanaman penelitian menggunakan media air dengan metode akuaponik. Komponen biotik yang diukur adalah tinggi batang, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun caisim.

Hasil dari penelitian ini, tanaman yang ditanam di media air menggunakan metode akuaponik dapat tumbuh karena memanfaatkan ekstrak kotoran ikan berupa amonia. Tetapi pertumbuhannya membutuhkan waktu 2-3 minggu agar lebih maksimal.


Tinggalkan komentar