Oleh : Reyna Ummay A.
Mya, Laila, Jhonson, Alukard merupakan siswa pindahan dari salah satu SMA di New York. Mereka resmi menjadi siswa tetap di “BLUE FLOWERS IN THE SCHOOL” pada tanggal 20 juli 2019.
Suatu ketika, Mya dan temannya melewati sebuah kelas kemudian terdengar beberapa siswa tengah membicarakan mereka. Mya yang kebetulan memiliki pendengaran yang lebih peka tidak sengaja mendengar apa yang mereka bicarakan. Mendengar pembicaraan tersebut, Mya tiba tiba marah dan menghampiri Zetta dan kawannya. “Ekh guys… Tahu gak kalau ada siswa pindahan loh, rumornya dia pernah buat keributan di sekolah sampai sampai dimasukin ke BK sampai berjam jam. Kayaknya sih masalahnya besar banget kalian mau tau gak jadi gini nih…!!.” (Ujar zetta) “ZETTA!!… MAKSUD KAMU APA NGOMONG KAYAK GITU HAH!, MAU CARI RIBUT YA. INGAT YA AKU UDAH GAK PUNYA MASALAH LAGI SAMA KAMU JADI STOP JANGAN GANGGU AKU LAGI, GAK KAPOK APA SAMA YANG DULU!.” (Ujar Mya dengan nada tinggi). Laila kemudian menyusul dan membawanya kekelas agar tidak menimbulkan keributan lagi, sesampainya di kelas Laila menenangkan Mya agar tidak terlalu emosi.
KKRRIIINNGG!!!… Jam pelajaran pun selesai, Mya akhirnya membaik walaupun tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Guru. Para siswa pun bergegas untuk pulang kerumah masing-masing begitu juga dengan Mya, Laila, Jhoson, dan Alukard. Ketika di tengah perjalanan Mya dihadang oleh sekelompok preman dan di situlah Mya dan Roy bertemu kembali. Suasana di tempat tersebut sangat gaduh, di mana Mya berusaha tenang agar tidak terbawa emosi namun tidak bisa. Ketika Mya hendak memukul salah satu preman itu, tiba-tiba ada bayangan yang sangat cepat langsung memukul preman tersebut sampai tak berdaya. Mya pun hanya melongo mengagumi kehebatan seseorang tersebut. Suasana pun menjadi lebih tenang, ketika pria tersebut memberikan tas kepada Mya yang sempat diambil oleh preman tersebut, bukannya Mya berterimakasih malah Mya langsung marah dan kesal karena ternyata orang yang menolongnya adalah Roy orang yang dulu dia benci tapi pernah menolongnya juga. Mya pun meninggalkan Roy sendirian di jalan tersebut.
Seminggu setelah kejadian tersebut, di sekolah baru Mya terdapat siswa baru yang tak lain adalah Roy. Roy pindah dari “THE GOLDEN SCHOOL” demi dekat dengan Mya. Ternyata Roy satu kelas dengan Mya sungguh menyenangkan bagi Roy. Sepulang dari sekolah Mya mendapatkan surat dari seseorang yang bertuliskan ” sudah saatnya aku membalaskan dendamku terhadapmu Mya!”. Mya yang kaget langsung bergegas masuk ke rumahnya untuk mencari Ibunya namun, tak ada seorangpun di sana. Tanpa pikir panjang Mya langsung pergi dari rumah demi mencari Ibunya. Di jalan, Mya bertemu dengan Roy, Laila, Jhonson, dan Alukard. Laila yang kebetulan berpapasan dengan Mya langsung menanyakan mengapa Mya sangat terburu-buru. Dengan wajah panik Mya pun menjelaskan apa yang terjadi.
“Oh jadi begitu, baiklah kita langsung saja mencari Ibumu, kita berpencar oke!”(ujar Roy) ” Baiklah tapi jika ada informasi cepat beri tahu yang lain, Jhon Al kalian denganku cepat!”(ujar Laila yang juga panik) “Tapi… sepertinya ada yang aneh dalam kata-kata Zetta apa jangan-jangan…”(ujar Jhon yang distop oleh Laila) ” SUDAHLAH ITU NANTI SAJA YANG PENTING IBU MYA DULU CEPAAATTT BERANGKAAT!!!”(ujar Laila yang sudah duluan jalan). Pencarian pun dilakukan, Roy dan Mya mencari di hutan yang kebetulan dekat dengan sekolah, hari pun mulai gelap namun Ibu Mya tak kunjung dapat mereka pun berkumpul di belakang sekolah untuk membicarakan hasilnya namun kosong.
Mereka sempat pasrah tapi tak lama setelah itu “DRRTTT” suara handphone Mya bergetar, Mya pun langsung memeriksa handphonenya karena dia berharap akan ada info berkaitan dengan Ibunya tapi….” Lama sekali ya kalian, akh aku sangat bosan di sini, aku tunggu kalian di tengah hutan dekat sekolah sampai bertemu lagi :V” ” Sial dasar Zetta awas saja kalau ketemu kau!!”(ujar Mya kesal) “Ada apa ?… Pesan dari siapa?…”(ujar Laila kepo). Mya pun menjelaskan ” Tapi… hutan itu kan…”(sambung Laila dengan bergetar). ” Sudahlah kalau kamu gak mau ikut ya sudah tinggal pulang saja dasar merepotkan!!”(bentak Mya)” maaf…”(sambung Laila lagi). Setelah konflik tersebut mereka bergegas pergi ke tengah hutan.
Sesampainya di sana mereka tidak melihat Ibu Mya dan Zetta hanya ada pohon besar dan semak semak. Ternyata…mereka dijebak oleh Zetta agar tersesat di hutan namun siapa sangka Jhonson diam-diam membuat tanda agar tidak tersesat.” Sebenarnya aku mau bilang bahwa Zetta itu licik, dan surat yang dibuat Zetta itu bohong. Tapi… kalian ngga percaya sama aku, ya sudahlah. “(Ujar Jhoson kesal) “Maafkan kami Jhon.” “Iya tolong maafkan kami. “(ujar Laila dan Mya). Rencana Zetta akhirnya gagal total, sekeluarnya di hutan handphone Mya terus bergetar ketika dibuka itu pesan dari Ibu Mya. Mereka terkejut sambil bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi. Rencana Zetta pun akhirnya terbongkar dan kemudian mereka pulang ke rumah masing – masing sambil tertawa karena mereka punya rencana untuk mengerjai Zetta kembali.
Keesokan harinya, Zetta berangkat ke sekolah dengan perasaan gembira karena Mya dan temannya pasti tidak akan masuk kelas namun…”Loh kok kalian ada di sini bukannya kalian harusnya ada dihutan ya!?…”(ujar Zetta bingung). “Maaf kamu si centil ya?, oh sayang ya ternyata rencana kamu gagal kami kan gak cari Ibunya Mya, toh ternyata ada di rumah aku kok lagi main, kasian ya cep cep cep jangan nangis ya. HAHAHAHAHA!!”(ujar Laila meledek). “Tapi kan harusnya kalian…IIHHH KALIAN JAHAT AKU KAN JADI MALU!!!” (teriak Zetta sambil lari meninggalkan kelas). Serentak semua murid di kelas menertawakan dia, esoknya Zetta meminta maaf atas kejadian itu. Mereka pun memaafkannya dan berteman untuk selamanya.
PESAN MORAL
“Janganlah kalian menjaili teman kalian karena mencari teman tak semudah mencari tanah. Meski begitu tetaplah menjadi orang baik dan dapat dipercaya, niscaya kelak suatu hari nanti teman yang akan menghampirimu bukan dirimu!!!”
“SAHABAT ADALAH TEMAN TERBAIKMU BUKAN MUSUHMU”

