Oleh :Arum Bulan

Judul buku :Finally, The Nether Lands!.
Penerbit :Bhuana Ilmu Popoler Kelompok Gramedia [Bhuana Sastra].
Penulis :Fitria Sawardi Dan Irham Aladis.
Cetakan :Pertama Pada Tahun 2019.
Tebal :189 halaman.
Harga :Rp.49 000 ,-
ISBN :978-623-216-222-8.
Fitria Sawardi dan Irham Aladist pasti tidak asing lagi di telinga, mereka adalah penulis yang produktif di Indonesia dengan beberapa karya buku yang telah diterbitkan. Salah satunya adalah buku yang berjudul “FINALLY, THE NETHER LANDS!”. Adapun dibuatnya buku ini supaya dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita dan menggapai impian.
Buku “FINALLY, THE NETHER LANDS!” menceritakan tentang perjuangan seorang mahasiswa dalam memperoleh tiket pesawat menuju ke Negara kincir angin yang biasa disebut dengan Negara Belanda. Belanda merupakan negara yang diimpikan olehnya untuk menjadi tempat kuliah terusan mahasiswa tersebut.
Berawal dari mimpi, bahwa aku yakin, mimpi yang ku tulis di atas kertas. Impianku sangatlah ingin pergi kuliah di Madura. Inginku pergi ke Negara Belanda untuk kuliah. Aku bosan dengan keadaan yang itu -itu saja, ingin sebuah perubahan. Aku benar-benar ingin menjadi orang sukses.
Kota Malang yang dikenal dengan kota pendidikan, menjadi pilihan untuk mengenyam pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Tempatnya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrohim, Malang . Aku mulai segalanya di kampus ini. Mimpiku untuk kuliah ke luar negeri sudahlah sangat mantap dan sudah menjadi mimpi yang sangat serius.
Aku mengikuti tes TOEFL, tes yang akan mengukur kemampuan bahasa Inggrisku, untuk menguasai bahasa Internasional. Aku hanya mendapatkan skor 527, diharuskan untukku berjuang keras. Akupun, mengikuti tes itu lagi tapi hasilnya tidak jauh berbeda malah lebih menurun lagi.
Bibit stres mulai berkembang. Apa yang ku lakukan seolah-olah tidak membuahkan hasil. Berulang kali mengikuti tes TOEFL dan hasilnya nihil. Aku ingin bekerja sendiri tidak hanya ikut kedua temannya yang semangat bekerja, dan ada saran dari Bu Hesti, ia menyarankan agar aku membuka usaha laundry, akupun membicarakan usaha ini dengan kedua temanku. Usaha yang telah terbuka lama, namun tidak juga mengubah nasibku. Inginku lepas dari pekerjaan itu.
Di setiap hariku hanya membaca buku, dengan itu aku berharap menambah wawasan dan bisa mengantarku pada nasib yang beruntung. Aku selalu mencari informasi yang berkaitan dengan beasiswa, akupun selalu mengikuti tes apapun utuk mengubah nasibku. Memburu beasiswa yang harus ku lakukan baik beasiswa LPDB, ADS, NZAS, tapi aku selalu gagal, meskipun begitu aku selalu berusaha mencari informasi.
Aku mulai browsing informasi mengenai SHORT COURSE PEMBIBITAN ALUMNI PTAI . Progam ini diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Islam [DIKTIS] secara gratis, progam ini hanya berlangsung dua bulan. Dengan adanya progam ini terasa banyak perubahan , aku mendapatkan tes gratis dan memperoleh skor 600, dengan skor itu sangat cukup untuk mendaftar beasiswa di luar negeri.
Seperti biasa aku mengikuti tes beasiswa. Dan pada saat pengumuman beasiswa, siang sudah menunjukan kegagahan panasnya, menyengat bagi siapa saja yang berjemur langsung tanpa penutup kepala. Dan mendapatkan pengumumam kelulusan , aku yang melihat menggunakan file dan membukanya dengan hati-hati dan mencari namaku. Alhamdulilillah, namaku tertera dalam SK kelulusan LPDP dengan kampus tujuh Radbout University Nijmegen Belanda. Akhirnya , aku bisa kuliah di luar Negeri.
Setelah dinyatakan lulus seleksi subtisi oleh LPDP, aku harus mengikuti Pelantikan Kepimimpinan [PK] LPDP sebelum memulai study, progam PK ini menjadi bagian dari prasyarat. Katanya, penentuan sebagai award LPDP. Alhamdulillah aku lulus tes PK tersebut, perjuangan yang tidak sia-sia, setelah lama usahaku, akhirnya aku dapat pergi kuliah ke Negara Belanda. Aku sangatlah bangga atas usaha yang tak sia-sia.
Semua dokumen keberangkatan sudah lengkap, aku juga sudah pesan tiket pesawat. Tinggal menghitung hari, aku benar-benar akan sampai ke negeri impian, THE NETHERLANDS. Negeri yang selama ini ku semogakan dalam doa dan usaha. Pada saat packing Bibi membantuku menyiapkan segala kebutuhan yang sekiranya diperlukan saat di Belanda. Tiga hari sebelum berangkat, aku berpamitan ke tetangga dekat juga kerabat yang agak jauh. keesokan harinya, aku mendatangi rumah calon mertua. Aku juga berpamitan kepada kedua orang tuaku, namun hanya bisa bicara lewat panggilan, karena kedua orang tuaku tidak bisa pulang dari Malaysia. Itu pun karenaku, Aku menyuruh kedua orang tuaku agar tidak pulang .
Pesawat telah menerbangkanku dari Surabaya ke Jakarta. Dan akan diterbangkan lagi dari Jakarta menuju Belanda. Pukul 10.30 tiba di Belanda SHICPOL, dijemput oleh kamil, salah satu teman senior yang satu kampus saat sarjana. Kebetulan kami satu Universitas, di Radboud University.
Akhirnya, akhir oktober pun tiba. Aku mememulai kuliah perdanaku, yaitu Language and Society yang di ampu oleh PIETER MUSYKEN, dan LANGUAGE TESTING.
TAMAT
TEMA : Pedidikan.
Tokoh dan Penokohan: 1. Tokoh pertama[AKU], orang yang sangat bekerja keras, sangat gigih dalam usaha, dan tidak mudah putus asa.
2. Kedua teman kos nya, orang yang baik, selalu menerima keadaan temannya, dan teman seperjuangan.
3. Bu Hesti [Ibu pemilik kos-kosan], orang yang baik, selalu membantu kebutuhanku, dan selalu memberi saran.
4. Bibi, selalu membantu semua kebutuhan di rumahku, orang yang sangat baik.
5. Kamil, teman yang sangat baik, ia menerimaku apa adanya, dan orang yang sangat pengertian.
LATAR : -Latar tempat: Kampus, kos-kosan, rumah tempat tinggal, bandara, dan di Belanda.
: -Latar suasana: Sedih dan bahagia.
: -Latar waktu: Pagi sampai siang.
Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu dengan ditandai kata “AKU”.
ALUR CERITA : Menggunakan alur maju.
AMANAT : Bahwa tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi untuk di gapai dan setiap mimpi dapat di raih ketika ia di sertai oleh kesungguhan dan keteguhan hati. Jangan takut untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
EVALUASI : -Kekurangan: Dalam setiap bab itu terlalu ringkas, sehingga susah untuk dideskripsikan oleh pembaca.
-Kelebihan: Buku ini sangat baik dicontoh para pelajar karena isinya yang terdapat perjuangan tanpa putus asa,sampul buku ini pun sangat menarik sehingga yang melihat tertarik untuk membacanya.
